Beranda Berita Terbaru Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Ketapang Selalu Awasi Dana Desa Agar Tak...

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Ketapang Selalu Awasi Dana Desa Agar Tak Tumpang Tindih 

0
BERBAGI
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Ketapang Drs Heryandi , MSi

KETAPANG, buserkriminal.com -Untuk menghindari agar pembagunan menggunakan dana desa tidak tumpang tindih dengan program instansi pemerintah lainnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) kabupaten Ketapang akan melakukan koordinasi dan evaluasi bersama berbagai instansi khususnya dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim).

“Nanti kita akan lakukan evaluasi dan koordinasi dengan mengikutsertakan instansi terkait seperti Dinas Perkim (Perumahan dan Permukiman) dan lainnya agar supaya pembangunan maupun program lainnya akan dilakukan menggunakan dana desa tidak tumpang tindih.

“Tujuan evaluasi itu nantinya agar tidak terjadi tumpang tindih pembangunan dan juga meminimalisir penyimpangan dalam pelaksanaan pembangunan di desa itu,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Ketapang Drs Heryandi , MSi ketika dibincangi wartawan Buser kriminal com , dikantor nya Selasa (12/2/2019).

Heryandi mengatakan, hingga saat ini belum kedapatan program pembangunan menggunakan dana desa yang tumpang-tindih dan pihaknya terus melakukan pengawasan dan pembinaan serta kontrol sehingga dana tidak double untuk satu kegiatan. “Jika nantinya memang ada tumpang tindih dan sudah dianggarkan maka program akan dibatalkan karena pasti menyalahi ketentuan,” katanya.

Selain menghimbau agar tidak menggunakan anggaran untuk program tumpang tindih, PMD juga menurut Heryandi , menghimbau agar setiap desa di kabupaten Ketapang Ini melaksanakan transparansi dalam penggunaan anggaran. “Kita himbau agar baliho RAPBDes diletakkan di depan kantor Desa, termasuk papan proyek dan lainnya, harus transparan dalam penggunaan dana desa,” harapnya.

Disinggung kapan dana desa triwulan pertama pada 2019 akan cair, Heryandi menjelaskan untuk pencairan dana desa triwulan pertama diupayakan segera dicairkan pada Maret mendatang.

“Kita upayakan pencairan Maret, namun kalaupun lambat paling di Minggu pertama pada Juni. Kita saat ini masih menunggu pengesahan RAPBDes (Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Desa) 253 Desa yang ada di kabupaten Ketapang ,” jelasnya.

Seperti diketahui, dana desa di Kabupaten Ketapang tahun 2019 melonjak sekitar 21 persen menjadi Rp 1, miliar sampai 1,4 milyar dari tahun 2018 yang hanya berjumlah sekitar 300,milyar .

Adapun desa yang paling tinggi menerima dana desa antar lain desa yang maju dan berkembang dan jumlah penduduk besar dan luas , Sedangkan desa yang paling sedikit menerima dana yakni Desa yang baru’ pemekaran ujar nya .( Abdul Maid dh ) .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.