Beranda Berita Terbaru Komandan Satrol Lantamal III Jakarta, Bekali Mahasiswa UI Fakultas Kedokteran Tentang “Bela...

Komandan Satrol Lantamal III Jakarta, Bekali Mahasiswa UI Fakultas Kedokteran Tentang “Bela Negara”

BERBAGI

JAKARTA, buserkriminal.com – Komandan Satuan Patroli Lantamal III Jakarta Kolonel Laut (P) Salim mewakili Danlantamal III Jakarta Laksamana Pertama TNI Denih Hendrata, S.E., M.M. bekali Mahasiswa Fakultas Kedokteran UI (Universitas Indonesia) tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, guna menghadapi potensi ancaman dan tantangan situasi bangsa yang berkembang saat ini, di ruang auditorium rumpun ilmu kesehatan Universitas Indonesia Jl.Prof DR.Ir Somantri Brojonegoro, Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat, Selasa. (13/11).

Acara yang di awali dengan perkenalan ini, dilanjutkan ke pembahasan materi apa yang di sebut perang modern/modern warfare atau perang yang terjadi saat ini bukan hanya pada dimensi militer saja, melainkan mengalami perluasan dimensi, seperti perang ideologi, perang politik, perang ekonomi, perang budaya, perang otak, perang teknologi dan perang psikologi.

Upaya untuk mempertahankan negara perlu diselenggarakan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanrata/Total Defense)“ dan untuk mendukung proses dalam meningkatkan semangat bela negara dibutuhkan kebijakan strategi dan upaya yang dirumuskan secara holistik, komprehensif dan implementatif.

Seperti situasi yang berkembang saat ini, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pengaruh era globalisasi yang kuat, masyarakat yang semakin kritis dan mudah dipengaruhi, kejahatan terorisme, narkoba, medsos, sex bebas dan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) serta situasi kehidupan politik dalam negeri.

Guna menghadapi situasi tersebut perlu adanya kesadaraan “bela Negara” dengan pengertian bahwa bela negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang dijiwai kecintaanya kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara serta memiliki nilai nilai dasar bela negara yaitu cinta Tanah Iar, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila sebagai Ideologi negara dan rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan dalam membela negara.

Diakhir penyampaiannya, bahwa” Bela Negara adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan nasional yang bertujuan memenangkan, mencegah dan meniadakan segala bentuk ancaman yang membahayakan kedaulatan negara,  juga merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Republik Indonesia, serta melibatkan seluruh elemen dan lapisan masyarakat dengan memanfaatkan seluruh aspek kekuatan nasional  dan siapapun yang memegang tampuk pemerintahan harus melaksanakan program-program pembangunan nasional secara efektif dan efesien, memberantas KKN dan tetap waspada terhadap timbulnya krisis.

Hadir pada acara tersebut, Kadiskes Lantamal III, Kadisfotmar Lantamal III, Pasops Yonmarhanlan III.

III Jakarta Kolonel Laut (P) Salim mewakili Danlantamal III Jakarta Laksamana Pertama TNI Denih Hendrata, S.E., M.M. bekali Mahasiswa Fakultas Kedokteran UI (Universitas Indonesia) tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, guna menghadapi potensi ancaman dan tantangan situasi bangsa yang berkembang saat ini, di ruang auditorium rumpun ilmu kesehatan Universitas Indonesia Jl.Prof DR.Ir Somantri Brojonegoro, Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat, Selasa. (13/11).

Acara yang di awali dengan perkenalan ini, dilanjutkan ke pembahasan materi apa yang di sebut perang modern/modern warfare atau perang yang terjadi saat ini bukan hanya pada dimensi militer saja, melainkan mengalami perluasan dimensi, seperti perang ideologi, perang politik, perang ekonomi, perang budaya, perang otak, perang teknologi dan perang psikologi.

Upaya untuk mempertahankan negara perlu diselenggarakan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanrata/Total Defense)“ dan untuk mendukung proses dalam meningkatkan semangat bela negara dibutuhkan kebijakan strategi dan upaya yang dirumuskan secara holistik, komprehensif dan implementatif.

Seperti situasi yang berkembang saat ini, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pengaruh era globalisasi yang kuat, masyarakat yang semakin kritis dan mudah dipengaruhi, kejahatan terorisme, narkoba, medsos, sex bebas dan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) serta situasi kehidupan politik dalam negeri.

Guna menghadapi situasi tersebut perlu adanya kesadaraan “bela Negara” dengan pengertian bahwa bela negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang dijiwai kecintaanya kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara serta memiliki nilai nilai dasar bela negara yaitu cinta Tanah Iar, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila sebagai Ideologi negara dan rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan dalam membela negara.

Diakhir penyampaiannya, bahwa” Bela Negara adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan nasional yang bertujuan memenangkan, mencegah dan meniadakan segala bentuk ancaman yang membahayakan kedaulatan negara,  juga merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Republik Indonesia, serta melibatkan seluruh elemen dan lapisan masyarakat dengan memanfaatkan seluruh aspek kekuatan nasional  dan siapapun yang memegang tampuk pemerintahan harus melaksanakan program-program pembangunan nasional secara efektif dan efesien, memberantas KKN dan tetap waspada terhadap timbulnya krisis. (tengku zuneth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.