Kompak ! Kapolsek dan Wakapolsek Batang Anai Akrab Diskusi Tentang Ke Arifan Lokal

  • Bagikan

Batang Anai – Ditengah tengah kesibukan nya dalam menjalankan tugas hari hari sebagai pengayom dan pelindung masyarakat di wilayah hukumnya, hari ini 13 01 2022 Kapolsek Batang anai Iptu Admaroza SH dan Wakapolsek Iptu Fahneldi SH menerima kunjungan Media Polri dan Buser Kriminal di Makopolsek Batang anai sambil diskusi ringan mengenai kearifan lokal dan adat istiadat yang ada di wilayah hukum nya yang masih dan perlu di gunakan dan berlaku ditengah tengah masyarakat.

Kapolsek Batang anai Iptu Admaroza, SH mengatakan, Silaturahmi Bersama Insan Pers ini harus dijalin dengan baik. Sebab, hubungan baik kedua belah pihak tentunya akan membuat informasi itu mudah disampaikan

” Kita mengucapkan terimakasih atas kunjungananya. Karena kita merupakan mitra jadi harus bersama – sama menjalin komunikasi secara bersinergi “ Kata Kapolsek dan di sambut anggukan oleh wakapolsek.

Dalam diskusi santai tersebut di bahas tentang adat dan ke arifan lokal, dimana bahwa di minang ini ada 2 hukum yang harus di jalankan oleh masyarakat nya yakni hukum positif dan hukum adat yang berlaku dan masih di gunakan sebagai aturan hidup masyarakatnya, ada istilah ABS -SBK atau yang terkenal dengan falsafah “Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah”.

“Masyarakat Minang sangat religius, sesuai dengan moto “Adat Basandi Syara’ dan Syara’ Basandi Kitabullah” ujarnya sambil bercerita tentang kasus yang baru di alami tentang kasus pencabulan anak di bawah umur dimana pelaku nya sudah di hukum sesuai aturan hukum positif yang berlaku di negara ini namun ada aturan adat yang harus di jalankan oleh keluarga pelaku yakni memberikan sangsi denda berupa semen beberapa karung untuk membersihkan rumah yang di jadikan tempat pemerkosaan si pelaku terhadap korban.

“Sanksi penjara yang telah di terima pelaku itu tidak menghilangkan sanksi adat yang berlaku di masyarakat dan sanksi itu juga tidak memberatkan pelaku atau keluarga nya karna sifatnya itu kan denda adat saja yang di berlakukan kepada seluruh masyarakat bagi yang telah melanggar atau berbuat salah dikampung nya agar menjadi contoh yang baik bagi masyarakat lain untuk tidak melanggar aturan” ujar kapolsek.

“Hukum adat itu sendiri tidak tertulis seperti hukum positif yakni ada kuhp namun hukum adat itu melekat dalam sanubari masyarakat yang di jalan kan secara turun temurun dan di awasi dan di jalankan secara bersama sama oleh datuk datuk serta masyarakat atau kaum nya” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Wakapolsek juga memberikan penjelasan kepada Media ini bahwa “Dalam adat Minangkabau, Dibuang sepanjang adat adalah sanksi sosial terhadap individu yang melakukan pelanggaran adat. Individu tersebut dapat dikucilkan dari pergaulan dan tidak diikutsertakan dalam kegiatan kemasyarakatan, walaupun ia masih diizinkan tinggal di tempat tinggalnya, Hukuman ini diberikan oleh dewan penghulu dalam nagari atau sekarang bernama Kerapatan Adat Nagari lewat mekanisme musyawarah,

Pelaku pelanggaran adat dihukum buang selama periode tertentu hingga tak terbatas. Berdasarkan hal tersebut, hukum ini dikategorikan setidaknya menjadi buang siriah, buang biduak, dan buang tingkarang. Buang siriah memiliki masa tempo. Buang biduak dapat ditebus dengan membayar denda atau memenuhi tuntutan yang diberikan. Adapun buang tingkarang berlaku selama-lamanya, Di antara yang termasuk pelanggaran adat seperti mencuri, berzina, membunuh, dan merampok. Kasus tersebut menimbulkan akibat yang sangat besar pengaruhnya bagi masyarakat karena menyebabkan keteraturan, ketertiban, serta keamanan lingkungan menjadi terganggu,
Pengucilan akibat hukum ini digambarkan ibarat dibuang ke bukit yang tidak berangin, ke lurah yang tidak berair, bagi pelanggar adat yang tidak bisa melaksanakan adat ada sanksi tersendiri misalnya keluarga yang lain tidak mau memasuki rumah yang pernah di anggap jadi tempat maksiat sebelum ada proses adat dengan membersihkan rumah”. Ujar wakapolsek menjelaskan

Kegiatan diskusi ini sangat perlu di adakan, sekaligus mewujudkan sinergitas antara kepolisian dengan wartawan dan bahwa dengan silaturahmi penting untuk mempererat hubungan antara pihak kepolisian dan wartawan. Selain itu, juga diharapkan sejumlah informasi dari kepolisian bisa disampaikan kepada masyarakat melalui pemberitaan.

Pada kesempatan tersebut Kapolsek Batang anai Iptu Admaroza, SH juga mengajak dan mengimbau masyarakat tentang budaya hidup bersih, tetap untuk jaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir dan bagi yang belum di vaksin segera datang ke gerai gerai yang kami sediakan di wilayah ini, karna setiap hari kami masih buka gerai untuk vaksin sesuai arahan dari atasan, tambahnya.

Adapun tujuan wartawan melakukan kunjungan ini, Selain bisa bertatap muka juga dapat bertukar informasi, terutama saat menyamakan persepsi terkait pemberitaan, sehingga tidak ada pemberitaan yang menyimpang atau tidak sesuai dengan fakta. Ajie

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.