Beranda Berita Terbaru Kunjungan Presiden RI Ir Joko Widodo di GIC Sukmajaya Kota Depok

Kunjungan Presiden RI Ir Joko Widodo di GIC Sukmajaya Kota Depok

354
0
BERBAGI

DEPOK, buserkriminal.com – Kegiatan Sosialisasi Penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), digelar di Aula Prof. Lafran Pane Graha Insan Cita Jalan Prof Lafran Pane No.100 Kelurahan Baktijaya Kecamatan Sukmajaya Kota Depok, Selasa (12/02/2019).

yang dihadiri sekitar 1.000 (Seribu) orang dengan penanggung jawab kegiatan oleh Kemensos RI Dison.

Dalam giat tersehut dihadiri Presiden RI Ir. Joko Widodo, Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita, Dirjen Mensos Hari Hikmah, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Edi Pramono, Pangdam Jaya Mayjen M Eko Margiono, Danrem 051/ WKT Kol Inf. Susilo, Wakil Walikota Depok Pradi Supriyatna, Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto S.I.K., S.H., Waka Polresta Depok Arya Perdana S.H., S.I.K., M.Si., Dandim 0508 Depok Letkol. Inf. Eko Syahputra Siregar.

Dalam sambutannya Kemensos RI Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, bahwa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya.

“Melalui mekanisme akun elektronik, yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-Warong KUBE PKH/ Pedagang bahan pangan, yang bekerjasama dengan Bank HIMBARA,” Ucapnya.

Yang bertujuan, lanjut Agus, “untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu,” Terang Kemensos RI Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menurutnya, Bantuan Pangan Non Tunai adalah program Bantuan Sosial yang menggantikan pemberian bantuan pangan langsung dalam bentuk beras atau disebut dengan beras sejahtera (Rastra).

Acara dilanjutkan dengan pemberian bantuan secara Simbolis kepada Enam orang perwakilan antara lain Yulianti, Suryanti, Didia Saputri, Mahesa Padya, Demi Supriyatin dan Yeni.

Presiden RI Ir. Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan, bahwa urusan pendidikan anak jangan sampai terbengkalai.

“Jadi bantuan ini digunakan untuk membeli seragam sekolah dan anggaran ini memang untuk kepentingan pendidikan anak dan prioritas untuk anak,” Ucapnya.

“Saya ingin anak- anak ibu sehat dan pintar. Jangan ada yang takut anaknya jadi Menteri dan Presiden dengan bersekolah dan gizi yang baik,” Katanya.

“Uang yang ada di saldo ATM program Bantuan tidak boleh untuk beli Rokok karena akan dicabut. Program ini saya akan tingkatkan lagi jumlahnya, untuk ibu- ibu bagi kebutuhan anak- anak yang sedang berpendidikan,” Pungkasnya.

Bansos PKH dan BPNT antara lain :

a. Sebesar Rp 900.000,- (Sembilan Ratus Ribu Rupiah) per-tahun bagi anak SD yang kurang mampu.

b. Sebesar Rp 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah) per-tahun bagi anak sekolah SMP dan SMA yang kurang mampu.

c. Sebesar Rp 2.400.000,- (Dua Juta Rupiah) per-tahun bagi Lansia kurang mampu.

Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.