Lahan Kebun PT Prana Indah Gemilang Di segel Polisi

banner 468x60

KETAPANG, buserkriminal.com  – Dugaan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di lokasi di areal konsensi PT Prana Indah Gemilang Kecamatan Matan Hilir Selatan Ketapang, pada Sabtu, 7 September 2019 yang lalu, akhirnya dilaporkan ke pihak yang berwajib, dengan nomor : LP/483-A/XII/Res 5.3/2019/Res tanggal 12 Desember 2019 tentang dugaan perkara tindak pidana kebakaran hutan dan lahan.

Kapolres Ketapang AKBP R Siswo Handoyo melalui Kasat Reskrim AKP Eko Mardianto ketika dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan tentang dugaan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan dan sebagai pihak terkait adalah PT Prana Indah Gemilang.

“Berdasarkan laporan yang diterima kebakaran terjadi pada hari Sabtu, 7 September 2019 bahwasanya telah terjadi kebakaran lahan di Blok A21, B1, B2 dan B3 di PT Prana Indah Gemilang Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Pada hari Rabu, 11 September 2019 Pelapor bersama dengan Team Gakkum Karhutla Sat Reskrim Polres Ketapang mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Areal Konsensi PT Prana Indah Gemilang dan dilanjutkan dengan Olah TKP,” jelas Eko, Jumat (13/12/19).

Ia menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilaksanakan berdasarkan proses penanganan pemadaman, Kelengkapan sarpras perusahaan terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan serta dilampauinya Baku Mutu Udara Ambien dan Kerusakan Lingkungan Hidup berdasarkan sample tanah sehingga diketahui layak untuk dilaksanakan Penyidikan.

“Atas kejadian tersebut Pelapor melapor ke Polres Ketapang untuk ditindaklanjuti. Sementara barang bukti yang diamankan berupa, Dokumen IUP PT Prana Indah Gemilang, Dokumen Ijin Lokasi PT Prana Indah Gemilang dan Arang kayu sisa pembakaran,” tuturnya.

Dilanjutkannya, tindakan yang dilakukan adalah Melakukan Olah TKP dan Memasang Police Line, Melakukan penyegelan dengan memasang spanduk larangan beraktifitas di Lahan yang terbakar, menyisihkan barang bukti, melakukan pemeriksaan saksi saksi
dan pengambilan titik koordinat areal perkebunan yang terbakar oleh Disbun dan seterusnya.

“Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 99 ayat (1) Jo Pasal 116 UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” ungkap AKP Eko Mardianto. ( Abdul Maid ,Dh )

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.