oleh

Modus Kawin Kontrak, Praktek Wisata Seks Halal Puncak Dibongkar Polisi

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri menangkap 4 penyedia jasa prostitusi di Puncak Bogor, Jawa Barat. Dalam penangkapan tersebut, seorang warga negara asing berinisial AA turut diamankan polisi.

Direktur tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo mengatakan, kegiatan prostitusi di Puncak Bogor telah dikenal umum oleh wisatawan asing. Modus mereka, lanjut Ferdy, ialah menawarkan jasa tersebut melalui kawin kontrak dan booking out.

“Mucikari wanita ini berasal negara asing diketahui dari identitas yang bersangkutan,” ujarnya di gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020).

Ferdy menjelaskan, kasus bermula dari beredarnya video di youtube dengan Bahasa Inggris ? yang menawarkan adanya wisata seks halal di Puncak Bogor. Setelah mendapatkan pelanggan, AA kemudian melakukan kontak dengan jaringannya di Puncak untuk menyediakan wanita.

“Akhirnya dilakukan penyelidikan dan ditangkap lima tersangka, yakni NN (penyedia perempuan), OK (penyedia perempuan), HS (penyedia laki-laki, Warga Negara Arab), DO (yang membawa korban untuk di booking),” tambahnya.

Ferdi menambahkan, para pelaku menetapkan variasi harga untuk para pelaku yang ingin melakukan kawin kontrak.

Untuk kawin kontrak dipatok Rp7 juta dengan jangka waktu pemakaian 1 minggu, sedangkan booking out dibanderol Rp500 ribu berdurasi 2 sampai 3 jam.

Tiap mucikari memiliki 20-30 orang wanita yang siap dipertemukan dengan WNA yang membutuhkan. Para perempuan tersebut ‘dipelihara’ di salah satu tempat di puncak Bogor.

“Keuntungan penyedia wanita ini 40 persen. Kalau misalnya dibayar Rp500 ribu, 40 persen dia dapat. Dibayar dia Rp7 juta, 40 persen dia dapatnya itu. Sisanya untuk korban itu,” bebernya.

Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 2 tentang perdagangan orang dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun, maksimal 15 tahun. @net.z

Komentar

News Feed