Padepokan Wungkal Djati Kusuma Cirebon hadiri Grebeg Sungkem Agung Makam Nyi Mas Prabu Pakungwati, Di Desa Warujaya

banner 468x60

Kab.Cirebon, Buserkriminal.com  – Sejarah asal-usul sebuah daerah, yang tidak luput dari peran serta manusia dimasa lampau dalam membuat daerah tersebut bisa ditempati atau dihuni oleh ribuan hingga jutaan manusia. manusia yang dahulu (ratusan tahun silam) tersebut, dibeberapa tempat yang ada di Indonesia disebut dengan sebutan “Leluhur”. leluhur inilah yang terus diyakini oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia yang berkultur budaya juga seni ini, adalah cikal bakal manusia-manusia jaman sekarang. lewat acara- acara yang berbalut budaya, seperti haul, nadran, sedekah bumi, ngunjung, dan lain-lain yang tentunya disetiap daerah yang tersebar di Indonesia berbeda penyebutannya.

Di Cirebon, atau lebih tepatnya di Desa Warujaya Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon Propinsi Jawa Barat. terdapat sebuah makam leluhur, yang oleh warga Desa Warujaya disebut sebagai makamnya Nyi Mas Prabu Pakungwati. beliau adalah putri pertama pendiri Cirebon (Raden Walangsungsang/Mbah Kuwu Cerbon), Raden Walangsungsang sendiri adalah putra pertama dari Raja diraja dari Kerjaan Pakuan Pajajaran yang mashur bernama Prabu Jaya Dewata atau yang biasa disebut Prabu Siliwangi. jadi Nyi Mas Prabu Pakungwati adalah cucu pertama dari Prabu Siliwangi, semasa hidupnya beliau disebut-sebut juga sebagai istri pertama dari 9 Wali terkenal yang bernama Sunan Gunung Jati.

Dan untuk memperingati jasa leluhur tersebut, Forum Silaturahmi Pemuda Cirebon (FSPC) yang digawangi oleh Saeful Mukminin atau yang akrab disapa Eep memotori kegiatan bernama Grebeg Sungkem Agung Pakungwati pada Rabu malam Kamis 13 ke 14 Juli 2022 disaat bulan purnama besar (murnama). kegiatan perdana (pertama) yang dimotorinya tersebut adalah sebuah langkah awal yang rencananya akan terus digelar disetiap tahunnya, ditemui disela-sela kesibukannya, Eep memaparkan niatnya (acara grebeg sungkem) tersebut kepada media ini “kegiatan ini adalah tonggak awal untuk tahun-tahun kedepannya, semoga tahun depan ditanggal 13-14 setelah hari Raya Idul Adha. bisa terlaksana dengan lebih baik, apalagi pak Bupati kita Haji Imron Rosyadi ikut hadir bahkan mendukung positif kegiatan ini. bahkan tadi sempat memberikan sumbangsihnya dalam pelaksanaan kegiatan ini, tidak lupa kami ucapkan kepada para tamu undangan yang tidak bisa disebut satu persatu disini. dan tidak lupa saya juga meminta maaf, jika dalam kegiatan Grebeg (menyeluruh) Sungkem (hormat ke yang tua/leluhur) Agung (besar) di Makam leluhur Nyi Mas Prabu Pakungwati selaku wanita pelopor berdirinya kerajaan/kesultanan cirebon yang wilayahnya mencakup Kabupaten Cirebon dan sekitarnya ini” pungkas Eep.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan tamu yang terus menerus berdatangan dari pagi hingga malam harinya, terlihat diantara ratusan tamu tersebut selain Bupati Cirebon Haji Imron Rosyadi, S.Ag ada dari kalangan Keraton (Kasultanan) yakni Raden Muhamad Hafid Permadi alias Ca Nanang dan Pangeran Oman Sumantri yang keduanya berasal dari trah keturunan dari Sultan ke – IV keraton kasepuhan Tajul Arifin Zaenuddin (Amir Sena). hadir juga tokoh-tokoh penggiat seni budaya diantaranya, Kang Karim dari Majlis Al-Muqtabaroh Puser Bumi Kalisapu , Raden Bagus Wangsa Taruna pendiri Padepokan Wungkal Jati Kusumah dan  didampingi Ketua Padepokan Wungkal Djati Kusuma Dedi Sopian dan jajarannya , Raden Didi yang akrab disapa wa didi Ketua Cakra Lang Buana, Jojo Ketua Paguyuban Jaga Kali Batu Lintang dari Panongan Sedong, dan lain-lain. kegiatan perdana grebeg sungkem agung makam nyi mas prabu pakungwati ini berlangsung dan berakhir dengan khidmat juga lancar. (Anggi)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.