Beranda Kriminal Pemilik Cafe di Palangka Raya Ngaku Salah, Unggah Hoaks dan Ujaran Kebencian

Pemilik Cafe di Palangka Raya Ngaku Salah, Unggah Hoaks dan Ujaran Kebencian

0

KALTENG, buserkriminal.com – Polda Kalteng Warganet yang beralamat di Jalan Simpei Karuhei Kota Palangka Raya ini, harus berurusan dengan Bidhumas Polda Kalteng lantaran diduga mengunggah hoaks dan ujaran kebencian di akun media sosial pribadinya, Jum’at (12/07/2019) pagi.

Mat Nuri (44) pemilik Cafe dibilangan Jalan Yos Sudarso Palangka Raya mengunggah hoaks di akun facebook pribadinya @Muhammad Nurianur yang mengatakan Polri merakayasa pengakuan Ahmad Kurniawan alias Iwan warga Cibinong, Bogor tersangka kepemilikan senjata api.

“Tidak hanya itu, Mat Nuri juga mengunggah hoaks yang isinya Polri tidak memproses secara hukum anak dibawah umur keturunan China yang menghina dan mengancam Presiden Joko Widodo. Padahal faktanya anak tersebut juga diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” terang Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mewakili Kapolda Irjen Pol Drs Anang Revandoko.

Kabidhumas menambahkan, disamping mengunggah hoaks, bapak dua anak ini juga mengunggah ujaran kebencian kepada pemerintah dan Polri.

“Dia menulis status di facebooknya yang berbunyi “plongak plongok” dan “dlongap dlongop” yang ditujukan kepada presiden. Mat Nuri juga menulis status “geblek” yang ditujukan kepada Kapolri,” lanjut Hendra.

Setelah diberikan penjelasan oleh pihaknya, Mat Nuri menyadari kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya ketika berselancar di dunia maya.

“Saat ini kami masih memberikan pembinaan secara intensif kepada yang bersangkutan agar bijak bermedia sosial. Kami akan terus mendalami terhadap semua isi postingannya di facebook,” tuturnya.

Hendra mengimbau kepada warganet yang lain agar bijak bermedia sosial. Jangan mengunggah hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.
( Herry.f )

alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.