Pemko Subulussalam Kembali Berulah, Warga Raja Asal Protes

  • Bagikan

ACEH – Pekerjaan Peningkatan Jalan Raja Asal Subulussalam bersumber dari dana Otonomi Khusus (OTSUS) Nilai Kontrak 5.002.360.000 (Lima Milyar Dua Juta Tiga Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah) yang dilaksanakan oleh CV. Teluk Sabang di desa Subulussalam dan Subulussalam Utara, Kec. Simpang Kiri, kota Subulussalam bukan hanya sudah mati Kontrak pada 09/12/2021 lalu dan belum selesai dikerjakan tetapi juga menuai protes dari warga setempat, Selasa (18/1/2022).

Belum lagi selesai persoalan Honor desa selama 6 (Enam) bulan tahun 2021 belum dibayar dan saat ini, Bus Sekolah tidak beroprasi 2 bulan diakhir tahun 2021 disebabkan tidak tersedia miyak, rusak, dan belum terbayar honor supir 1 bulan, tenaga Honor dirumahkan dan sempat menyita perhatian publik, Pemko Subulussalam kembali berulah berurusan dengan sejumlah warga Jln. Raja Asal melalui program dinas PUPR dimana proyek jalan jalur dua yang dikerjakan mengenai tanah mereka belum dibayar hingga akhir 2021.

Pada Jum’at, 10/12/2021 lalu dihadiri Kejaksaan Negeri Subulussalam, Kadis PUPR Ir. Alhaddin, Kadis Pertanahan Ramlan, bersama segenap warga yang tanahnya terimbas telah melaksanakan Musyawarah Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum Guna Pelebaran Jalan Raja Asal di Kampong Subulussalam dan Subulussalam Utara Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam bertempat di Mushalla Raja Asal.

Salah seorang warga memaparkan bahwa pihaknya memalang jalan bertuliskan “Maaf..! Tanah Ini Belum Dibayar “, disebabkan apa yang dijanjikan langsung oleh Kadis PUPR dibayar akhir 2021 tidak ditepati. Pada saat itu dihadapan berkisar 80 (delapan puluh) warga pererta musyawarah Kadis PUPR sendiri yang mengatakan ” Uang sudah ada di PUPR, silahkan urus dokumen pengusulan untuk dibayar” namun hingga kini hanya 25 rumah yang dibayar sementara kami belum hingga saat ini, ujarnya.

” kami tidak pernah menghalangi pelaksanaan pengerjaan jalan itu selama ini, tapi mengapa kami dikecewakan seperti ini, ujarnya dengan nada kesal. Kami bukan keluarga mampu, untuk memenuhi materai 10000 sebanyak itu membuat berkas pencairan harus mencari pinjaman dan kami berani berhutang dikarenakan sudah dijanjikan langsung dibayar setelah berkas diserahkan tapi nyatanya tidak, tambahnya mengeluhkan.

Menyikapi pemalangan jalan bentuk protes warga Raja Asal tersebut saat dikonfirmasi dihari yang sama, Kadis PUPR Ir. Alhaddin mengatakan, “Berhubung karena waktu proses pencairan diakhir bulan Desember 2021 maka tidak sempat semuanya terbayarkan sehingga uangnya terpaksa di luncurkan di 2022, apa bila DPAL nya nanti sudah keluar maka semua sisa yang belum terbayar akan dibayarkan. Hanya menunggu DPAL nya itupun tergantung tim TAPK, mudah-mudahan secepatnya yg jelas setelah DPA Murni dulu”, pungkasnya singkat.

Sementara itu Irman selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek Peningkatan Jalan Raja Asal Subulussalam itu pada Selasa, 18/1/2022 mengatakan, ” Memang pada 09 Desember 2021 sudah habis masa kontrak, namun pihak dinas sudah memberikan penambahan masa kerja 50 (lima puluh) hari kedepan terhitung mulai 1/1/2022. Terkait nilai kontrak pihak rekanan baru melakukan penarikan uang muka”, tururnya.

Pewarta : Sabirin Siahaan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.