Beranda Berita Terbaru PHRI,Imigrasi, Polisi Pariwisata Datangi Wisman Larang Warga Aktifitas Di Pantai

PHRI,Imigrasi, Polisi Pariwisata Datangi Wisman Larang Warga Aktifitas Di Pantai

0

SINGARAJA, buserkriminal.com – Aksi  ulah wisatawan asing (Wisman) yang diduga melarang warga lokal beraktivitas di pantai kembali terjadi di desa Pemaron,Buleleng/Bali.

Sebelumnya kejadian serupa juga pernah terjadi di Dusun Temukus, Desa Temukus, Kecamatan Banjar. Warga lokal dilarang mandi di pantai oleh turis asal negeri timur tengah yang menginap di The Villas Jalan Tulip, Desa Temukus pada bulan Juli lalu.

Kali serupa terjadi dipantai Desa Pemaron jalan Topan yang dialami oleh Ketut Suradnyana alias Jem Tatto(33) yang sedang asik berada di pesisir pantai Pemaron di Banjar Dinas Dauh Marga, Desa Pemaron, Buleleng untuk bakar ikan menyalakan api seketika dilarang oleh turis Francis Roussel Gil Pascal Andre( 51).

Kejadian ini sempat membuat viral dan heboh kalangan netizen didunia maya akibat dari aksi turis yang melarang warga lokal tersebut. Beragam komentar pun berdatangan dari pengguna sosial.

Perihal kejadian tersebut akhirnya villa lokasi tempat tinggal Roussel Gil Pascal Andre didatangi warga Pemaron, pihak kepolisian, aparat desa, pihak imigrasi,Polisi Pariwisata Lovina untuk menyelesaikan persoalan tersebut Senin (2/8). Sayangnya Roussel Gil Pascal Andre tidak ada di villa saat itu.

Jem Tatto yang akrab sapaan Ketut Suradnyana mengaku kejadian yang melarang dirinya bersama dengan kawan-kawannya agar tidak beraktivitas di pantai Pemaron oleh wisman Roussel Gil Pascal Andre terjadi sekitar pukul 17.30 Minggu sore (1/9).

Bermula dari Jem Tatto yang mencari kayu bakar dipinggir pantai untuk membakar ikan. Ketika mencari kayu turis Roussel Gil Pascal Andre keluar dari villanya dengan melarang berada di pantai.

“Pergi kamu, jangan bakar disini jangan beraktivitas di pantai ini. Kalau gak mau saya boleh dong bakar rumah juga,” kata Jem Tatto yang menirukan perkataan dari Roussel.

Singkatnya, adu mulut pun terjadi antara keduanya. Roussel diduga menantang Jem Tatto untuk figthing (adu jotos). Beruntung warga Pemaron yang berada di pinggir pantai berdatangan ke lokasi.

“Masak untuk sekedar aktivitas di pantai kami di larangan oleh wisman. Masak pantai dan laut ingin di kuasai. Padahal kami warga lokal mendapat hak untuk menikmati pantai Pemaron,” keluh Jem Tatto.

Warga lokal dibuat resah hingga melaporkan kepada pemerintah desa dan pihak imigrasi. Namun diduga tidak ada tanggapan yang serius menyelesaikan masalah ini.

“Saya berharapan bule tersebut dideportasi oleh pihak Imigrasi Kelas IIB Singarja, karena selalu membuat onar dan resah dengan tindakan yang melarang warga beraktivitas di Pantai Pemaron,” harapnya.

Diketahui WNA Roussel Gil Pascal Andre menurut informasi warga Anturan,Buleleng yang sempat tinggal bertetangga denganya, Roussel diduga mengalami gangguan jiwa sempat meleparkan botol kejalan raya.

Sementara itu Perbekel Desa Pemaron Putu Mertayasa mengaku turis Francis Roussel memang selalu membuat ulah di desanya. Tidak hanya kali ini.

Sebelumnya juga sudah ada warga Pemaron yang mengeluhkan ulah Roussel. Karena melarang masyarakat  untuk bermain, mandi dan mancing. Bahkan melarang warga mencari kerang pantai ketika musim air laut surut.

Kejadian lebih parahnya lagi, merusak warung milik warga saat kegiatan lomba kicauan burung di desa yang lokasi tak jauh dari lokasi villa miliknya. Selain itu sepeda motor milik warga yang mencari kerang di pantai digembosi oleh wisman tersebut. Tak kalah beraninya lagi wisman asal Francis tersebut sempat membuat papan larangan agar warga tidak beraktivitas di pantai yang dekat dengan lokasi villa miliknya.

“Villa tersebut berdiri sejak tahun 2016, dulunya istri dari Roussel yang mengurus ijin IMB. Namun saat ini bule tersebut tinggal sendiri sudah pisah ranjang dengan istrinya,” ungkap Perbekel Desa Pemaron.

Banyak keluhan masyarakat seperti ini. Langsung pemerintah desa menanggapi. Pertemuan dengan Roussel juga sempat dilakukan. Bahkan Roussel membuat surat pernyataan agar tidak melarang warga beraktivitas di pantai dan tidak membuat ulah lagi.

“Malah Roussel membuat ulah kembali dengan melarang warga beraktivitas di pantai. Kami pun berencana melayang surat kepada kantor Imigrasi Singaraja agar dapat ditindaklanjuti kasus tersebut. Minimal memberikan sanksi kepada wisman tersebut,” ujarnya.

Sementara Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa saat dikonfirmasi Buserkriminal.com sangat menyayangkan peristiwa tersebut terjadi dikala pariwisata khusus kawasan Lovina sedang Puruk,”Kami sangat menyayangkan sekali hal ini harus terjadi di kawasan tengah Buleleng disaat kunjugan pariwisata menurun, ditempat lain seperti daerah Air Sanih dan Gerokgak aman- aman saja dan pariwisata normal. Ini hanya miss komonikasi warga dengan WNA asal Prancis Roussell tersebut, dan kami terima laporan bahwa wisatawan tersebut pencinta alam yang mana dia prihatin akan aktifitas masyarakat seperti tempat disebelah WNA  itu kasihan melihat burung yang disangkarkan dan ditonton orang banyak itu yang kami ketahui dari keluhan wisatawan,”papar Dewa Ketut Suardipa.

Pihaknya juga menyayangkan dan tidak menyalahkan masyarakat kejadian tersebut mestinya dilaporkan terlebih dahulu ke aparat desa Pemaron untuk nantinya ditindak lanjuti bersama.

Lebih lanjut dikatakan Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa, “Disana  ada saluran pipa bahan bakar minyak milik PLTU. Kemungkinan itu juga yang ditakutkan akan terbakar dan bisa membakar rumah wisatawan itu,”ucapnya melalui saluran telephone.

Terkait dengan beberapa aksi wisatawan dengan masyarakat dipesisir pantai Buleleng sering terjadi miss komonikasi antara warga dengan wisatawan yang tinggal di daerah pinggiran pantai ,”Nah ini akan membuat kunjungan pariwisata kita menurun apalagi Bali penyumbang devisa terbesar dari tingkat kunjungan, kami tidak menyalahkan masyarakat yang jelas terjadi ini miss komonikasi. Dan kami berupaya sekali untuk bisa kembali bertemu WNA bersama aparat desa Pemaron,”jelas Dewa Ketut Suardipa@sumerta.

alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.