PJS Kuwu Desa Sampora Pastikan Tidak Ada Pemotongan Dana BLT BBM, Berikut Klarifikasinya

banner 468x60

Kuningan, Pemerintah Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan mengklarifikasi soal dugaan pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akhir-akhir ini tengah menjadi perbincangan hangat.

Dalam klarifikasinya, Pejabat Sementara (PJS) Kuwu Desa Sampora, Ida Faridah menjelaskan, bahwa ramainya kabar dugaan tersebut sudah di mediasi oleh pihak Pemerintahan Kecamatan Cilimus serta sudah dianggap selesai belum lama ini.

“Alhamdulillah tadi sudah selesai, tadi di fasilitasi pihak Kecamatan Cilimus. Disitu (Kantor Kecamatan Cilimus, -red), ibaratnya Pak Camat memfasilitasi kita dengan sejumlah media yang kemarin sudah menaikkan berita-berita Desa Sampora,” kata Ida Faridah dalam keterangannya di Kantor Desa Sampora pada Senin, 19 September 2022.

Selain itu, kata dia, bahwa ramainya kabar tersebut dikarenakan terjadi sebuah miss komunikasi Pemdes Sampora dengan sejumlah awak media.

“Mungkin secara kemanusiaan yang namanya manusia kita salah, dan kemudian intinya miss komunikasi. Artinya, Alhamdulillah kita sudah islah antara kedua belah pihak,” ujarnya.

“Alhamdulillah sudah clear, intinya kita lebih mengedepankan hubungan persaudaraan (tali silaturahmi, -red) antara Cirebon dengan Kuningan. Hal ini merupakan suatu kebanggaan bagi saya,” sambung PJS Kuwu Desa Sampora ini sambil tersenyum.

Ida Faridah memastikan bahwa di Desa Sampora tidak ada pemotongan dana BLT BBM ketika disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) beberapa hari yang lalu.

“Intinya tidak, dan intinya sesuai peraturan dari Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Kuningan bahwa tidak di perkenankan ada pemotongan walaupun satu persen pun dana BLT BBM di potong oleh Pemerintah Desa,” tegasnya.

Kendati begitu, dirinya pun meyakini bahwa di balik itu terdapat suatu hikmah yang dapat ia ambil.

“Mungkin di balik semua ini pasti ada hikmahnya untuk saya dan teman-teman saya yang ada di Desa dan untuk semuanya,” ucap Ida Faridah.

Dalam kesempatan itu, Ida Faridah juga berpesan agar hal tersebut tidak dapat terulang kembali di kemudian hari.

“Tolong cari benar-benar sumber data itu dari mana, dan jangan mendengar dari sebelah sepihak yang seperti di Desa Sampora dan pada akhirnya terjadi miss komunikasi,” ungkapnya.(Tim 9)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.