Beranda Kriminal Polres Buleleng Gelar Rekontruksi Kasus Aniaya di Mapolres Buleleng

Polres Buleleng Gelar Rekontruksi Kasus Aniaya di Mapolres Buleleng

BERBAGI

SINGARAJA, buserkriminal.com – Proses rekonstruksi kasus penganiayaan terhadap Tukang Bakso akhirnya digelar di Mapolres Buleleng pada hari Rabu (07/11/2018). Sebelumnya rekonstruksi sempat tertunda lantaran saksi berhalangan hadir.

Korban memiliki identitas bernama Sanusi, Rekonstruksi yang dijalani tersangka berinisial NH (16) digelar dalam 18 (Delapan Belas) adegan. Peran korban Sanusi digantikan oleh anggota Reskrim Polres Buleleng yakni Aiptu Ketut Wiladika. Saat tersangka NH menjalani proses rekonstruksi, didampingi oleh pengacaranya Gede Suryadilaga.

Rekonstruksi di awal saat- saat korban Sanusi mendatangi Mushola Al- Uhuwah bertempat di Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada, Sanusi datang dengan mengendarai sepeda motor berisikan Gerobak Bakso. Setibanya di depan Mushola, tanpa sengaja korban Sanusi menabrak kaki Pelaku NH dengan motornya. Pertengkaran pun tak bisa dihindarkan.

Pada adegan keempat, Korban Sanusi sempat menampar pipi kanan pelaku NH. Puas menampar NH, korban selanjutnya masuk ke dalam Mushola dengan maksud akan melaksanakan Shalat, rupanya Pelaku NH tidak menerima ditampar Korban.

Saat korban Sanusi masuk Mushola, Pelaku NH mengambil sebilah batu kali yang ada tepat di depan Mushola. Kemudian, NH mencari korban Sanusi ke dalam Mushola.

Di dalam Mushola, Korban Sanusi sempat mengucapkan kalimat “mau apa kamu..?” kepada pelaku NH. Namun pelaku tidak menjawab dan langsung memukul dahi Korban Sanusi dengan sebilah batu yang sudah dia bawa dari luar.

Dalam adegan itu, saat korban Sanusi tengah membalikkan badannya karena kesakitan, pelaku NH kembali menganiaya korban Sanusi dengan melemparkan batu terebut kebagian belakang kepalanya. Akibatnya, korban Sanusi pun tersimpuh di lantai Mushola.

Pada adegan ke-11, Dua orang Saksi bernama Imam Buchori dan Neti Kurniasih mendengar adanya bunyi keributan. Pasangan suami istri tersebut langsung mendatangi Mushola untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setibanya di musala, Imam Buchori melihat korban Sanusi telah terkapar bersimbah darah di lantai Mushola. Sedangkan pelaku NH berdiri di dekatnya.

Melihat korban Sanusi bersimbah darah, Saksi Imam Buchori pun bergegas meminta bantuan kepada warga. Sanusi sempat dilarikan oleh warga ke Puskemas terdekat, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Kertha Usada Singaraja.

KBO Reskrim Polres Buleleng Dewa Putu Sudiasa pun memastikan bahwa tersangka melakukan aksi itu karena emosi. “Terungkap motifnya karena emosi sesaat lantaran kakinya disenggol dengan sepeda motor oleh korban. Makanya sekarang kami lakukan rekonstruksi, supaya ada bayangan dan gambaran nyata terhadap kasus yang terjadi,” kata Sudiasa.

Hasil Rekonstruksi tersebut, Kuasa Hukum Tersangka Gede Suryadilaga mengaku pihaknya akan fokus pada fakta- fakta yang muncul di persidangan. “Kalau rekonstruksi ini merupakan proses dari penyidikan. Masalah pembuktian, itu nanti di persidangan. Kita lihat di persidangan nanti seperti apa,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang Pedagang Bakso bernama Sanusi, menjadi korban penganiayaan di Desa Pegayaman pada hari Rabu (08/08/2018). Sanusi diduga dipukul menggunakan batu oleh NH pada bagian kepalanya.

Akibatnya, Korban mengalami pendarahan hebat. Korban sempat dirawat di RSU Kerta Usadha Singaraja. Setelah dirawat selama Tiga hari, Korban pun menghembuskan napas terakhir pada hari Minggu (12/08/2018) akibat Cedera berat pada bagian kepala.(fery)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.