Beranda Berita Terbaru Polres Indramayu Ungkap Sindikat Jaringan Curamor R4

Polres Indramayu Ungkap Sindikat Jaringan Curamor R4

0
BERBAGI

INDRAMAYU, buserkriminal.com – Kepolisian Resort (Polres) Indramayu mengungkap kasus sindikat jaringan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) R4 dan pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di Mapolres Indramayu, Senin (14/1/2019).

Polres Indramayu menahan 9 tersangka kasus curanmor dan pemalsuan STNK. Dari 9 tersangka berhasil mengamankan barang bukti yakni, 15 unit mobil alat dan hasil kejahatan, 7 lembar STNK diduga palsu, 1 Alat pengacak signal GPS / Jammer, 11 buah kunci letter T, 3 buah kunci leter L, 8 buah anak kunci, 2 set bor listrik, 4 buah mata bor, 9 buah obeng, 3 rumah kunci mobil, 3 buah gunting kawat, 2 buah rumah kunci, 2 buah kabel jumper accu, 2 buah kunci tang, dan 1 buah kunci inggris, kabel warna hitam, pipa besi, buah kunci pas serta gunting.

Sedangkan kronologis pengungkapan yakni, pada hari Minggu tanggal 23 Desember 2018 sekitar jam 12.20 wib, di Desa Mundak jaya Blok Badak Kec Cikedung  Kab. Indramayu, unit buser telah menangkap pelaku sekaligus penadah barang hasil kejahatan an. SGN Bin KMPL dan SFY Bin (Alm) KRD , kemudian Sat Reskrim melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku a.n GNW Bin TRMDI.

Pada hari Kamis tanggal 10 Januari 2019 sekira pukul 15.30 wib menerima informasi bahwa di bengkel mobil Desa Tanjungsari Kec. Karangampel  terdapat 1 unit KR-4 merk Honda Mobilio warna hitam Plat T yang diduga sebagai hasil kejahatan, setelah itu Anggota Sat Reskrim dan Unit Reskrim Polsek Karangampel mendatangi lokasi dimaksud dan ternyata saat anggota mendekati KR-4 dimaksud, ada seorang yang langsung melarikan diri sehingga dikejar dan berhasil diamankan yang diketahui bernama sdr. TPK HDYT.

Setelah dilakukan pengembangan kemudian berhasil ditangkap pelaku sdr.WLG, pelaku melakukan pencurian KR-4 bersama sama dengan sdr. AGS bin STS alias JBG, sdr. CSDI alias WLNG dan sdr. DK (DPO) dan mobil hasil kejahatan dijual kepada pelaku penadah sekaligus pemalsu STNK an BDG & USD, keduanya berhasil diamankan dan barang hasil kejahatan dijual kembali ke 481 an AB dan DD.
Dari hasil investigasi, pelaku an. SUGENG telah melakukan dugaan tindak pidana curanmor dan atau menerima barang hasil kejahatan sudah lebih dari 10 kali. Sedangkan pelaku SOFIYAN merupakan specialist pembongkar alat GPS dengan menggunakan alat JAMMER / pengacak signal GPS* telah melakukan tindak pidana curanmor dan atau menerima barang hasil kejahatan.

Sementara itu pelaku GUNAWAN merupakan specialist curanmor R4 jenis Pick UP telah melakukan dugaan tindak pidana curanmor sebanyak 5 kali. Selain itu juga Kelompok pelaku TOPIK, JIBING, WALANG & DOYOK (DPO) sudah beraksi sebanyak 9 kali.

Tersangka lainnya BANDUNG & USTAD merupakan jaringan Penadah yang menjual barang hasil curian sekaligus menyiapkan pesanan STNK Palsu sesuai dengan kendaraan hasil curian.

Kendaraan curian berikut STNK palsu dijual kembali ke 481 an ABAH dan DEDI di daerah Subang dan Lampung. Sindikat jaringan curanmor R4 ini beraksi di beberapa daerah antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Setelah kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis kendaraan kepada pemilik oleh Kapolres Indramayu. o JAROT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.