Beranda Kriminal Polres Ketapang Ungkap Kasus Prostitusi Online Anak Bawah Umur

Polres Ketapang Ungkap Kasus Prostitusi Online Anak Bawah Umur

0

KETAPANG, buserkriminal.com – Polres Ketapang berhasil mengungkap kasus prostitusi online (TPPO ) yang menggunakan anak bawah umur. Dua orang muncikari serta dua orang wanita yang diperjual belikan untuk prostitusi. Satu dari yang menjadi korban anak kelas II SMP ternyata masih dibawah umur (14 th)

“Modus menawarkan perempuan ini NI ,22 Dan wanita TH 23 mengajak TA, 14 kesandai untuk menemui seorang di losmen Ganesa , orang itu mau membayar hutang nya 600 ribu , mendengar itu TA, 14 segera mau ikut , sesampainya di pasar Sandai , NI Dan TN sempat bersantai di KF , minum sebentar kemudian , NS, ditelpon seseorang bernama HR, 52 yang sudah di losmen Ganesa , selang nya waktu mereka pergi lah kelosmen untuk menemui HR , sampai di sana terjadi lah transaksi yang mengorbankan TA,14 masih di bawah umur ” kata Kapolres Ketapang AKBP Yuri Nurhidayat Sik MH kepada wartawan Buser kriminal com di Mapolres Ketapang , Minggu (10/2/2019 ).

Dia menjelaskan , dalam penangkapan kedua tersangka yakni NH, 22 th dan TH ,23 th warga kecamatan Sandai dan menangkap HR, pria hidung belang diketapang , polisi berhasil mengungkap setelah mendapat laporan dari ibu kandung korban bahwa anak- nya dijual oleh saudari NH dan TR di losmen Ganesa dikecamatan Sandai kabupaten Ketapang , Kepada pria hidung belang bernama HR, 52 th .

“TA 14 bertemu dengan TH, 23 th dan berjanji bertemu seseorang di losmen yaitu ,HR 52 th , setelah dibawa TH. 23 kehotel Dan bertemu dengan saudara HR , 52 th ngobrol sebentar TH 23 keluar dan menunggu diluar setelah itu selesai , TA. 14 th keluar , dan TH 23. Masuk menemui HR , 52 sebagai pria hidung belang dan memberikan Uang 1 juta Kepada TH, 23 , Th pun keluar langsung memberikan Uang 300 ribu kepada TA, 14 Ujar Kapolres . Dua orang muncikari kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan, untuk perempuannya TA,14 th dan pria hidung belang HR 52 th kita jadikan sebagai
korban,” katanya.

Dari penangkapan kedua mucikari tersebut polisi mengamankan barang bukti dua unit HP , satu celana Jean dan Uang RP 300 rupiah .
“Para tersangka sudah menjalankan aksinya sejak lama , Makanya nanti kita dalami lagi siapa tahu ada korban lainnya,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka terancam dengan Pasal 296 KUHP atau pasal 506 KUHP tentang mucikari dan UNdang-undang No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman sekitar 4 tahun penjara ( Abdul Maid dh ).

alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.