oleh

Polsek Bukit Raya Kompol Pribadi diminta Serius Menangani Laporan Penyanderaan Perawat dan Mertua

PEKANBARU, buserkriminal.com –DR. YUDI KRISMEN. SH.MH bersama team pengacara dari law firm yk&partners mendatangi polsek bukitraya pada hari kamis tanggal 29 maret 2018 dengan membawa pihak korban tri maharfa dan pelapor Muharlis, untuk diambil berita acara pemeriksaan saksi korban oleh penyidik team 4 polsek bukitraya,permasalahan ini berawal dari Yudi karyawan PT BRIJ.

Berkantor di jalan sudirman, no E 10.( masih ada label  sitaan KPK) di duga melarikan uang perusahaan senilai Rp 1,2 milyar .

USMAN, Rika dan Udin sebagai yang bertanggung  jawab terhadap manejmen  perusahaan tidak terima, begitu saja kehilangan uang di duga kerugian Rp 1.2 milyar dan menyuruh karyawan lain untuk mendatangi rumah Yudi  di kabupaten  kampar, dan bertemu dengan istri serta mertuanya, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yudi, kedua korban ini  sampai di kantor  jln sudirman tidak boleh pulang, dan di inapkan di kantor selama 36  jam, istri Yudi (tri maharfa) seorang perawat di salah satu puskesmas siak hulu,tidak dapat  beraktifitas selama dalam penyanderaan  PT BRIJ, karna merasa kehilangan  keluarganya, paman  korban melapor ke polsek bukit raya,senin tgl 27-03-2018 sesuai STPL no. 477/III/2018.untuk melengkapi laporan BAP penyidik menyuruh datang hari kamis tgl 29/03-2018.setelah hari dan tanggal  yang di tentukan, pihak  penyidik enggan untuk mem BAP  korban dan menyuruh team pengacara konfirmasi terlebih dahulu kepada Kapolsek, padahal laporan  dibuat pada hari senin tgl 27 maret 2018. Sesuai STPL no. 477/III/2018.

Menurut kuasa hukum korban DR. Yudi Krismen. SH. MH  bahwa; perbuatan penyanderaan yang dilakukan oleh pengurus pt. BRIJ terhadap korban adalah perbuatan salah  kaprah alias error in persona, dalam

Karena permasalahan sebenarnya  ada perbuatan penggelapan uang perusahaan oleh suami korban adalah sesuatu hal yang berbeda dengan perkara penyanderaan. Dalam pertanggungjawaban pidana tidak dikenal dengan pengalihan tanggungjawab dari pelaku kepada orang lain.

Perbuatan yang dilakukan oleh para pelaku penyanderaan telah dapat dikategorikan melanggar pasal 333 ayat 1 kuhpidana yang berbunyi;

“Barang siapa dengan sengaja dan dengan melawan hukum merampas kemersekaan seseorang, atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian, diancam dengan pidana penjara paling lama 8 tahun”

Bahwa perbuatan pidana yg dimaksud dalam pasal 333 ayat 1 kuhp diatas tergolong kepada pidana berat tentang kemanusiaan.

Untuk itu polsek bukitraya harus melakukan tindakan hukum yg serius terhadap para pelaku. Kamau bisa pelakunya dilakukan penahanan supaya perbuatan tersebut tidak terulang kembali, karena para korban masih was was dengan tidak dilakukan tindakan tegas oleh penyidik polsekta bukitraya.

Untuk ancaman pidana diatas 5 tahun penyidik bisa melakukan penahanan terhadap para pelaku” tegas pengacara korban penyanderaan. Sementara itu Polsek bukit raya Kompol Pribadi ,saat di konfirmasi melalui seluler ,tidak ada jawaban. (eman)

Komentar

News Feed