oleh

Polsek Pupuan Tabanan Datangi Tkp” Korban Nekat Mengakiri Hidupnya Dengan Cara Gantung Diri

TABANAN, buserkriminal.com – Kapolsek Pupuan Tabanan Mengatakan korban Prustasi, karena penyakit yang diderita sering kumat, I Wayan Sudiana (60) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dipalang kayu pondok, di Subak Batur Gunung, Banjar Jelijih Kelod, Desa/Kecamatan Pupuan Tabanan. Jumat, (14/02).

Korban diduga nekat bunuh diri, karena miliki riwayat epelepsi selama 14 tahun, dan tidak kunjung sembuh, bahkan salalu kambuh setiap hari.

Kapolsek Pupuan AKP I Kadek Ardika saat diminta konfirmasinya terkait peristiwa itu membenarkan. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi Ni Nyoman Resi (50) yang merupakan istri korban. Lantaran saksi takut, lalu mengadu kepada anaknya I Nengah Antara Yasa, dilanjutkan cucunya I Wayan Agus Siniantara melapor ke Kepala Dusun dan diteruskan ke Polsek Pupuan.

” Empat aggota Polsek bersama Tim Medis Puskesmas II Pupuan yang datang ke TKP, masih menemukan tubuh korban tergantung menggunakan tali plastik di kayu palang pondok, “ujar Kapolsek Pupuan Tabanan.

Aksi ini, bermula dari korban, bersama saksi dan putranya, pada Rabu (12/2) pikul 08.00 Wita, pergi dari di Banjar Jelijih Tengah menuju lokasi kebun di Subak Batur Agung. Sesampainya di kebun korban langsung menuju pondok lalu bersih-bersih. Sedangkan saksi (istri korban) bersama anaknya pergi mencari janur, buah durian dan manggis untuk keperluan upacara.

Kemudian pada pukul 12.00 Wita, saksi mengajak korban untuk pulang ke rumah, namun ajakan itu ditolak karena korban mengaku masih ingin tinggal di pondok sendirian. Berselang tiga jam kemudian istri korban kembali datang kali ini untuk membawakan korban tembakau dan rokok sambil menbujuknya untuk pulang, tetapi masih tetap ditolak.

Selanjutnya pada esokan harinya, istri korban kembali pergi ke kebun untuk mencari buah durian sambil membawakan korban sarapan. Setelah tiba saksi melihat pintu pondok terbuka. Karena penasaran dicoba untuk lebih dekat melihat, tapi belum sampai pintu saksi kaget karena mendapati tubuh suaminya tergantung dengan lidah menjulur kondisi meninggal dunia.

” Korban gantung diri menggunakan tali plastik warna biru, dan mengenakan selendang warna kuning serta baju lengan panjang, celana pendek, topi kain sama berwarna coklat, ” terangnya.

Dati hasil pemeriksaan pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban mininggal murni gantung diri, karena dileher korban terdapat luka melingkar dengan kedalaman +1,5cm, dengan lidah menjulur, kelamin keluar sperma, dan dari dubur korban mengeluarkan feses serta darah, kondisi mayat sudah mulai kaku.

” Pihak keluarga korban sudah menerima dan mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah “tutup Kapolsek Pupuan Tabanan AKP I kadek Ardika ,”Pungkasnya@Dewi.

Komentar

News Feed