Beranda Kriminal Posting Ujaran Kebencian, Seorang Karyawan Ditangkap Sat Reskrim Polres Serang

Posting Ujaran Kebencian, Seorang Karyawan Ditangkap Sat Reskrim Polres Serang

BERBAGI

SERANG, buserkriminal.com – Seorang warga Kecamatan Petir Kabupaten Serang diciduk Petugas Tim Cyber Unit Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Satreskrim Polres Serang. Pasalnya, Pemuda tersebut memposting diduga sebagai ujaran kebencian, Rabu (07/11/2018).

Seorang Pemuda tersebut berinisial “RYN” (25), yang berprofesi sebagai pekerja konveksi. RYN ditangkap karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian atau permusuhan terhadap salah satu Tokoh Ulama di Kabupaten Serang melalui media sosial facebook.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan didampingi Kasatreskrim AKP David Chandra Babega dan IPTU Shilton menyampaikan, bahwa Tim Cyber Tipidsus usai menerima laporan dari Santri brrhasil mengamankan Tersangka di rumah kontrakannya di daerah Tambora Jakarta Barat pada hari Sabtu (03/11/2018) malam.

Dikatakan Kapolres, tersangka diamankan setelah petugas Polsek Petir menerima laporan dari sejumlah Santri pada hari Jumat (02/11/2018). Berbekal dari laporan tersebut Petugas Polsek Petir dibantu Unit Cyber Tipidsus langsung bergerak cepat mendatangi rumah Ruyani. Namun pada saat tiba di rumah yang dituju, ternyata tersangka tidak berada di rumah.

“Dari informasi pihak keluarga, Ruyani berada Jakarta. Setelah mendapatkan lokasi tempat tinggalnya, Petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan tersangka di rumah kontrakannya di daerah Tambora,” terang Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, Tersangka diduga sebagai pelaku yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau golongan masyarakat tertentu berdasarkan atas unsur SARA. Ujaran kebencian yang tidak pantas ini diposting pada tanggal 31 Oktober kemarin.

Ada beberapa ujaran kebencian yang diposting tersangka melalui akun facebook miliknya bernama “Cinu Papeda Papeda” pada akhir Oktober lalu.

Terkait motif dibalik postingan tersebut, Kapolres menjelaskan Tersangka “RYN” mengaku kesal lantaran kerap mengalami sakit kepala karena dibayang- bayangi sosok makhluk ghoib yang wajahnya menyerupai tokoh ulama tersebut.

Menurut Kapolres, Tersangka pernah mendatangi ke Ponpes. Namun tidak bertemu MN. Oleh karenanya, pihaknya akan melakukan pendalaman apakah ada motif lain dibalik postingan tersebut.

“Dari keterangan awal, motifnya dilandasi kekesalan karena kerap didatangi mahluk ghoib yang menyerupai wajah MN, tapi kita akan perdalam. Kami juga akan meminta bantuan Tim Dokter untuk memeriksa kondisi kejiwaan Ruyani,” Jelas Kapolres.

Tersangka terancam Pasal 45A (2) ayat dua Jo 45 (3) UU RI No 19 Th 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Th 2008 tentang ITE.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat harus bijak dalam menggunakan media sosial. Saring dan Sharing setiap informasi yang didapat. Apabila ingin mengomentari, lebih baik difikirkan terlebih dahulu karena apa yang kita komen di media sosial bisa saja merugikan orang lain.

ENDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.