oleh

Rekonstruksi Kasus Novel, Polisi Larang Media Untuk Liput

JAKARTA – Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Jumat, 7 Februari 2020, dini hari. Namun, rekonstruksi ini tidak boleh diliput media.

Sejumlah anggota polisi melarang media untuk mendekati area rekonstruksi hingga radius sekitar 50 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Rekonstruksi berlangsung di depan rumah Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, tak jauh dari Masjid Al Ihsan.

Adegan diawali dari Jalan Inkaso tepat di seberang Jalan Deposito. Lokasi ini awal kedua tersangka memantau kediaman Novel dengan mengendarai motor. Lantaran kondisi jalan minim penerangan, rekonstruksi pun mengandalkan lampu cahaya handphone petugas.

Dalam rekonstruksi ini, peran Novel digantikan oleh seorang pria. Pria tersebut menggunakan pakaian gamis berwarna coklat, lengkap dengan peci putih.

Novel dikabarkan tidak menghadiri rekonstruksi karena sedang berada di luar negeri untuk melakukan pemeriksaan mata. Hingga pukul 04.20 WIB, rekonstruksi masih berlangsung.

Pantauan di lokasi, polisi menjaga ketat area TKP selama rekonstruksi berlangsung. Tim Tiger Polres Jakarta Utara hingga Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polda Metro Jaya bahkan diturunkan untuk mengamankan kegiatan tersebut.

Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, pada 2017. Namun, polisi baru berhasil menangkap pelaku di kawasan Cimanggis, Depok, setelah hampit tiga tahun berlalu, tepatnya pada Kamis, 26 Desember 2019. Kedua pelaku yang berinisial RM dan RB merupakan anggota polisi aktif.@mi

Komentar

News Feed