oleh

Rugikan Korban Hingga Milliaran, 2 Pelaku Penipuan Online Di Bandung Diamankan Polda Jabar

BANDUNG – Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimumsus) Polda Jabar mengamankan Dua orang pelaku, yang diduga melakukan penipuan secara online terhadap 92 orang dan perusahaan. Dengan kerugian hingga mencapai Rp 1.7 Miliar.

Diketahui identitas kedua pelaku tersebut berinisial VI dan VA, warga Jalan Lurah, Kota Cimahi dan Jalan Ciateul Kulon, Kota Cimahi, Kota Bandung, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago S.I.K., M.Si. mengatakan, tersangka VA dan VI ditangkap setelah Polisi menerima laporan dari korban penipuan. Setelah dilakukan penyidikan, tersangka VI dan VA mengaku telah melakukan penipuan secara online selama 18 tahun, sejak 2012 silam.

“Modusnya, mereka memesan barang-barang secara online. Kemudian kedua pelaku mengirimkan bukti transfer palsu. Ternyata, transfer tersebut palsu,” ungkap Kombes Erdi, di Mako Ditreskrimum Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (17/11/2020).

Selama 2012 hingga 2020 ini, Kombes Erdi menyebut, pelaku VI dan VA bergantian memesan barang dengan modus sama. Mereka pandai mengubah bukti transfer menggunakan aplikasi Adobe Photoshop. Meski palsu, namun pemiliki usaha online percaya karena hasil olahan Photoshop nyaris sempurna.

“Namun saat melakukan penipuan terakhir, memesan kaos merk Giordano, pemilik usaha curiga karena tak ada uang masuk ke rekeningnya. Kemudian pemilik usaha melapor,” beber Kombes Erdi.

Setelah dilakukan penyidikan, lanjut Kabid Humas, pelaku VI dan VA telah melakukan aksi tersebut selama 18 tahun. Jumlah korban, baik perorangan maupun perusahaan mencapai 92. Total kerugian para korban mencapai Rp1,7 Miliar.

“Pelaku VI dan VA ini sering memesan barang secara online dalam jumlah cukup banyak. Seperti telepon seluler, kosmetik, pakaian, dan lain-lain. Barang-barang itu dipakai sendiri, tidak untuk dijual,” terang Kabid Humas.

Kedua tersangka ini pun melakukan pencurian. Caranya, mereka memesan barang dengan sistem Cash On Delivery (COD) dan alamat telah ditentukan. Setelah barang sampai tujuan, salah satu pelaku menerima barang.

Pelaku mengaku barang itu milik saudaranya dan hendak mengambil uang. Setelah barang dibawa, pelaku tak kembali lagi untuk membayar barang tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku VI dan VA dijerat Pasal 51 J0 Pasal 35 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. @Lana

Komentar

News Feed