oleh

Sejarah Lahir dan Berdirinya Pemuda Panca Marga

JAKARTA, Organisasi Pemuda Panca Marga yang menghimpun Putra Putri Veteran RI maupun Veteran pembela RI telah tumbuh dan mengakar di masyarakat lewat suatu proses kelahiran alamiah guna memenuhi pangilan Sejarahnya.

Berdirinya organisasi Pemuda Panca Marga berawal dari bawah dan dukungan dari orang tua mereka. bermula dari kelompok-kelompok yang bermunculan secara sporadis di berbagai daerah, pada gilirannya sejumlah eksponen Pemuda Panca Marga LVRI bersejarah yang mengawali peneguhan eksistensi Pemuda Panca Marga secara Nasional.

Organisasi Putra Putri Veteran RI pertama dibentuk di Sumatra Utara pada tanggal 21 Oktober 1966 dengan nama KAVRI (kesatuan Anak Veteran RI). Di Bali pada tanggal 27 April 1971 terbentuk pula organisasi Putra Putri Veteran RI dengan Nama P3M (Persatuan Pemuda Panca Marga LVRI). Mereka tumbuh dalam suatu tradisi yang meletakkan nilai-nilai Idealisme, Patriotisme, Heroisme dan Solidaritas sebagai Penghayatan tertinggi.

Pada Kongres Veteran ke – IV bulan Des 1978 keberadaan PPM dibicarakan lebih matang lagi dimana dari Kongres tersebut menghasilkan dua hal terpenting :
Dinyatakan PPM sebagai anak organisasi LVRI yang dikuatkan oleh KEPRES RI No 254 TH 1980. Di dalam Kepengurusan Pimpinan Pusat LVRI telah terdapat pejabat yang khusus Pengurus PPM yaitu pembantu umum bidang pembinaan generasi muda PP. LVRI.

Realisasi dari keputusan tersebut pada bulan mei tahun 1979 Pembinaan Generasi Muda LVRI se-Indonesia mengadakan Rapat Kerja di Jakarta yang mana pembicaraannya berkisar tentang Pembentukan Pimpinan Pusat PPM LVRI, kemudian pada tanggal 20 Januari 1981 diadakan Rapat Kerja Paripurna PPM se-Indonesia yang dihadiri oleh daerah-daerah yang sudah terbentuk Pengurus PPM LVRI yang terdiri dari : DKI JAYA, JOGJAKARTA, JA BAR. JA TENG, JA TIM, SUMUT, SUMSEL, LAMPUNG, KALSEL, dan BALI.

Melalui Rapat Kerja Paripurna Nasional yang diadakan pada tanggal 27 Jan 1981, secara Nasional dengan satu Pimpinan Pusat Sementara yang berhasil melahirkan seperangkat Keputusan tentang Organisasi ini.
Terbentuknya Dewan Pimpinan Harian PPM LVRI dari exelon Pusat sehingga daerah sekaligus pada tanggal tersebut 22 Jan Kita Memperingati hari PPM LVRI.

Rapat Kerja Pimpinan Nasional memberi tugas kepada pimpinan pusat PPM LVRI untuk melaksanakan Konsolidasi Organisasi dan mewujudkan musyawarah kerja nasional untuk melaksanakan konsolidasi organisasi serta menyempurnakan seperangkat keputusan yang berhasil rapat kerja paripurna nasional. Selanjutnya pada tanggal 16 s/d 17 Des 1981, diadakan rapat kerja nasional PPM ( yang dilaksanakan oleh pimpinan pusat sementara PPM ) dan dihadiri oleh 22 markas daerah PPM. Melalui usaha yang terus menerus, maka pada tanggal 7 s/d 10 Nov 1983 diselengarakan musyawarah kerja nasional ( MUKERNAS ) ke 1 PPM LVRI di Pandaan, Jawa Timur. dan sejak itu terbentuklah DPHP PPM hasil munas.

Kemudian atau hal yang penting hasil kongres V LVRI 1983 ( KEPRES No. 61-1984 ) ada peningkatan dalam kepengurusan PPM LVRI yang telah ada ketua pengikatan itu.
Dasar lahir dan berdirinya PPM, mengacu kepada data dan tulisan di atas maka dapat kita ketahui bahwa secara sah dan resmi berdasarkan KEPRES RI diatas menyatakan bahwa PPM adalah anak organisasi LVRI ( Legiun Veteran Republik Indonesia ) dan satu satunya organisasi yang di sah kan oleh KEPRES RI, dan dalam dalam segala kegiatannya, PPM mulai dari tingkat nasional sampai dengan tingkat ranting selalu di awasi dan di bina langsung oleh para anggota LVRI di tingkatan kepengurusan daerahnya masing masing gan ( Provinsi, Kotamadya, dst ) dimana semua kegiatan, pelatihan, sampai ke pergantian pengurus organisasi kami pun harus mendapatkan persetujuan tertulis dan berstempel resmi LVRI dari ketua LVRI di tingkatan dimana wilayah tingkat kepengurusan mereka berada. Pak Pepen Effendi salah satu anggota PPM yang juga menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon 02 Resimen Yudha Putra Kota Bandung menuturkan pada acara Halal bihal Keluarga Besar Pemuda Panca Marga kota Bandung berlangsung pada wartawan buserkriminal.com
” perlu di ketahui untuk dapat memakai seragam loreng dan baret hijau PPM bukanlah hal yang mudah, untuk dapat memakai seragam loreng dan baret bagi para anggota PPM, kami tidak dapat langsung memakai seragam dan baret pada saat kami pertama kali mendaftar menjadi anggota PPM, untuk memakai seragam dan baret tersebut anggota kita wajib mengikuti berbagai proses latihan seperti lasarmil ( latihan dasar militer ) yang di gelar dan latih oleh para anggota TNI di pusat pusat pelatihan TNI yang di tunjuk, contohnya di Rindam Jaya dan tempat tempat pelatihan militer lainya seperti yang di jalani anggota menwa, dan untuk memakai baret pun kita di wajibkan mengikuti upacara pembaretan yang di gelar oleh TNI atau organisasi dan kita masih harus mengikuti kegiatan latihan dasar militer dan organisasi ” tuturnya

Masih ada lagi, kami wajib mengikuti latihan PBB, BDM ( bela diri militer ), dan teori keorganisasian yang sampai sekarang masih kami laksanakan di lapangan IRTI Monas pada setiap hari minggu dan kami di latih oleh para pelatih pelatih pilihan dari TNI atau POLRI dan senior senior kami di PPM dan organisasi kamipun wajib melakukan perkenalan kepada pejabat pejabat TNI ( Kodim, Koramil ) Kepolisian ( Polres, Polsek ) dan Pemerintahan camat, walikota, bahkan Presiden sesuai wilayah tingakatan kepengurusan kami masing masing. seperti dijelaskan di atas.

Kenapa kami harus mengikuti dan menjalani kegiatan kegiatan di atas ? Wakil Komandan Batalyon 02 Resimen Yudha Putra Kota Bandung pak Pepen Effendi menjelaskan,
” sebagai keturunan dari pejuang kami para anggota PPM mempunyai kewajiban mengikuti kegiatan tersebut untuk melatih fisik dan mental kami, karna PPM mempunyai tanggung jawab yang cukup kepada negara kita tercinta ini, kami Pemuda Panca Marga dengan ikhlas dan tulus menerima dan mengemban tanggung jawab sebagai CADNAS ( cadangan nasional ) yang dimana kami harus siap dipanggil kapanpun NKRI membutuhkan kami untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, itulah kenapa kami Pemuda Panca Marga selalu di libatkan dan di perbantukan dalam berbagai macam kegiatan resmi kenegaraan dan kegiatan kegiatan sosial, contoh ( dalam kondisi peperangan, menjadi Voulenteer apabila terjadi bencana alam, membantu TNI dalam penjagaan di perbatasan perbatasan negara, dan kegiatan kegiatan lainya ) dimana kegiatan kegiatan dan tugas tugas diatas tersebut kami emban dan jalankan dengan ikhlas, sepenuh hati, penuh dan tanggung jawab sebagai wujud rasa cinta kami terhadap Republik Indonesia yang pada dahulu kala di perjuangkan dan di bela dengan darah dan nyawa para orang tua kami mengapa seragam kami seperti tentara? disini terlihat jelas kenapa seragam kami mempunyai banyak kesamaan design dengan seragam TNI atau tentara sampai dengan pemposisian pemakaian atribut dan jenis seragam yang kami pakai, contoh seragam ( PDL : pakaian dinas lapangan, PDH : pakaian dinas harian, PDU : pakaian dinas upacara, dan seragam Provost ) ini dikarenakan kami juga mempunyai struktur organisasi yang menyerupai TNI, contoh Danki atau Komandan Kompi = biasanya dijabat oleh ketua ranting, dan kami juga mempunyai provost di setiap ranting kami, yang mana tugasnya sama dengan Provost di TNI ) dan tentunya dengan mengacu kepada KEPRES RI Nomor 254 tahun 1980, KEPRES RI No. 61 Tahun 1984 dan pelatihan pelatihan atau pendidikan militer yang kami jalani di atas, dan tanggung jawab kami terhadap Republik Indonesia maka dari itu seragam kami pun menyesuaikan dengan seragam TNI dan kamipun mempunyai korps dan Batalyon yang di akui negara, korps kami adalah Resimen Yudha Putra dengan semboyan TANHANA DHARMA MANGRWA dan sumpah kami PRASETYA PEMUDA PANCA MARGA “, tegasnya.
Jk

Komentar

News Feed