Beranda Kriminal Terkait Pemerasan Karyawan Bank, Pengemudi Taksi Online Ditangkap Polisi

Terkait Pemerasan Karyawan Bank, Pengemudi Taksi Online Ditangkap Polisi

0
BERBAGI

JAKARTA | Polisi menangkap pengemudi taksi online berinisial NZ, 25. NZ diduga memeras karyawan bank berinisial GK, 27, di Jatiwarna, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 15 Maret 2018, pukul 13.30 WIB.

“Pelaku melakukan kekerasan dengan cara menyayat wajah, paha dan tangan korban dengan pisau cutter dan mengambil barang-barang milik korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 18 Maret 2019.

GK melaporkan peristiwa itu ke Polsek Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 16 Maret 2019. Laporan itu teregistrasi nomor LP/339/-PG/K/III/2019/Restro Bekasi Kota.

“Jadi, dengan lidik dan kemampuan penyidik akhirnya tidak kurang dari 10 jam pelaku ditangkap di Rest Area KM 39. Di sana dia sedang istirahat,” ujar Argo.

NZ sempat mencoba kabur saat akan ditangkap dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi D 1147 ABA. Aksi tersebut hampir menabrak motor dan anggota polisi.

“Maka, kita melakukan tindakan tegas dan terukur dan mengenai kaki. Sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati,” ungkap dia.

Polisi juga menyita satu KTP atas nama NZ, satu mobil Daihatsu Xenia, satu ATM Mandiri atas nama NZ, satu ATM BRI atas nama NZ, uang tunai sebesar Rp1,9 juta, dan satu pisau cutter warna merah.

Satu jam tangan merek guess warna gold, satu handphone Samsung A7 warna hitam, satu handphone Vivo warna hitam, dan satu buku tabungan Bank BRI atas nama NZ juga turut disita.

Kronologis Pemerasan

Argo menjelaskan peristiwa pemerasan ini bermula saat GK, selesai pelatihan di Kemang, Jakarta Selatan. GK kemudian memesan taksi online untuk pulang ke Bekasi.

Pesanan itu diterima oleh NZ. Dia kemudian menjemput GK di lokasi sesuai dengan pesanan.

Dalam perjalanan menuju Bekasi, NZ lewat jalur tol dan keluar di Jatiwarna. Begitu keluar tol, NZ meminggirkan mobil yang dikendarainya itu dan langsung memeras GK.

NZ lalu meminta GK menyerahkan barang berharganya sembari mengancam dengan cutter. GK sempat disayat bagian paha karena tak mau menuruti keinginan NZ.

“Akhirnya korban menyerahkan uang Rp104 ribu, jam tangan dan ATM,” ucap Argo.

NZ meminta GK mengambil seluruh uangnya di mesin ATM. Alhasil, GK mengambil dan menyerahkan uangnya sebesar Rp4,4 juta itu ke NZ.

“Setelah mengambil uang di ATM, akhirnya pelaku dan korban naik mobil lagi. Korban diantar ke Rumah Sakit Pondok Kopi, Bekasi dan ditinggal pergi. Kemudian korban melapor ke Polsek Pondok Gede,” pungkas Argo.

Atas tindakannya itu NZ disangkakan melanggar Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan. Ancamannya, hukuman penjara paling lama 12 tahun.(*/net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.