Terkait Sengkata Lahan Antara MSSB PT. Mitra Dengan Masyarakat, Ramli Ingatkan Pemko Subulussalam Jangan Lalai

  • Bagikan

ACEH – Video adu mulut antara pihak kamanan MSSB PT. Mitra dengan masyarakat dilokasi lahan yang menjadi sengketa kini viral di media sosial dan menjadi buah bibir dikalangan masyarakat, khusunya masyarakat Desa Kuala Keupeng.

Berdasarkan keterangan Ramli salah seorang warga Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam tanah yang berada di Desa Kuala Keupeng belum pernah diganti rugi oleh pihak perusahaan manapun, termasuk MSSB PT. Mitra, dan status tanah seluas 33,6 Hektar disengketakan tersebut milik masyarakat. Ujar Ramli kepada awak media ini, Jumat (3/9/2021)

Dikutip dari akun media sosial Mawardi Saraan, Selasa 31 Agustus 2021 beliau menuliskan ” PT MSSB / PT Mitra seakan kembali mempertontonkan Ketidakadilan Merampas lahan perkebunan Masyarakat Kampong Kuala Keupeng Rundeng dengan merusak dan mencabut paksa tanaman2 yg ada didalam kebun masyarakat. Dengan Dalih masuk ke areal HGU PT “.

” Seperti tidak ada i’tikad baik dari PT Mitra utk memanggil PT Saleh bangun menjelaskan sampai dimana batas lahan yg diganti rugikan oleh PT Mitra.
Sebelumnya PT. Mitra sudah menyepakati akan mengganti rugi lahan masyarakat Rapat bersama muspika kecamatan Rundeng dan dihadiri oleh pejabat setingkat Pemko Subulussalam. Sampai sekarang sepeserpun tidak ada ganti ruginya semua diingkari”.

” Pemerintah harus mengambil sikap tegas kepada Perusahaan yg membangkang, sehingga tidak menimbulkan hal-hal yg tidak diinginkan !”, Tulisnya

Masih dalam persoalan yang sama, Rusdi Saraan melalui akun media sosialnya, Jumat (3/9/2021) menuliskan “Mari kita rapatkan barisan… Bang Ramli

Untuk para pengambil kebijakan yang ada di kota Subulussalam… Terkhusus kepada Eksekutif dan Legeslatif… Mohon hal ini bisa menjadi konsentrasi penuh untuk kita cari solusinya.. jg kita biarkan perusahaan apapun yg ada di kota ini.. merajalela menguasai tanah… Apalagi tanah tersebut jelas dimiliki oleh masyrakat… Kita bukan anti investasi…. Tapi jangan di khianati rakyat kecil..
#lawanpenindasan”. Tulisnya

Masih di hari yang sama, juga melalui akun media sosial Ramli menuliskan “Sekurity PT MITRA berubah fungsi mencabut tanaman masyarakat..memang periuk kalian disitu kawan,tapi kalian harus nya melaksanakan tugas ssuai dengan tupoksi kalian.
#budakygdiperbudak”, tulisnya

” Saya bingung jadinya… apakah tu foksi pemerintah kota subulussalam hanya bisa mengadakan mediasi tanpa bisa mengambil keputusan antara kami dengan pihak perusahaan “, tulis Thamrin Raja diakun media sosialnya dihari yang sama pula

Berkisar 25 batang pohon pinang dicabut pihak PT. MSSB lahan Amansah, serta lahan yang sudah kami bersihkan di tanami PT. MSSB dengan tanaman kelapa sawit berkisar 20 batang di lahan Muridon, tambah Ramli

Kami meminta kepada pemerintah kota Subulussalam kiranya berkenan menuntaskan persengketaan lahan yang terletak di Desa Kuala Keupeng. Saat ini kami sedang membuat kesepakat untuk turun paska terjadinya cekcok adu mulut antara pihak keamanan PT. MSSB dengan masyarakat. Kami tidak ingin hal – hal yang tidak di inginkan terjadi bila Pemko Subulussalam tidak segera mengambil tindakan. Tegas Ramli

Sampai saat berita ini naik ke redaksi, pihak PT. MSSB tidak memberikan tanggapan atau sanggahan apapun saat dikonfirnasi Via WhatsApp

Pewarta : Sabirin Siahaan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.