oleh

Terkait Video Viral di Medsos, 5 Tersangka Penganiayaan Diamankan Satreskrim Polresta Bandung

BANDUNG – Satreskrim Polresta Bandung berhasil mengamankan Lima orang Tersangka, terkait video viral di medsos adanya pengeroyokan yang terjadi disebuah Cafe Sneakers, di Kampung Rancaoray RT03/01, Desa Buahbatux Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kapolresta Bandung Kombes Pol. Hendra Kurniawan mengungkapkan, dalam rekaman CCTV terlihat satu orang pemuda diserang dengan senjata tajam, yang terjadi pada Sabtu (14/11/2020) kemarin.

“Hari ini, kami dari Polresta Bandung Polda Jabar berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang terjadi di wilayah Bojongsoang,” ungkap Kombes Pol. Hendra Kurniawan, saat Konferensi Pers, di Mapolresta Bandung, Soreang, Senin (16/11/2020).

Sebelum terjadi pengeroyokan, lanjut Kombes Hendra, Tersangka berinisial “S” dipukul oleh Korban (Ujang) karena permasalahan pribadi. Tidak terima dengan perilaku dari korban, Tersangka S mengadu dan mengajak rekannya sambil membawa senjata tajam, untuk melakukan penganiayaan terhadap Korban Ujang.

“Jadi tersangka ini tidak terima dipukul oleh korban, akhirnya tersangka S memanggil tersangka lainnya untuk melakukan pengeroyokan terhadap korban dan menggunakan senjata tajam,” papar Kombes Hendra.

Ternyata, kata Kombes Hendra, permasalahan tersebut dipicu dan dilatar belakangi karena adanya permasalahan secara pribadi. Sebelumnya, antara pelaku dengan korban yang belum terselesaikan.

Terungkapnya kasus tersebut, Satreskrim Polresta Bandung berhasil mengamankan Lima Tersangka diantaranya S, A, J, AS dan D. Selain itu, barang bukti yang diamankan berupa 1 (Satu) Flashdisk berwarna merah merk Vandisk 8-Gb yang berisi rekaman kejadian pengeroyokan dan Senjata Tajam (Sajam) yang diduga dilakukan oleh pelaku.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago S.I.K., M.Si. menegaskan, guna mempertanggungjawabkan atas perbuatannya, Tersangka dijerat Pasal 170 KUHPidana.

“Dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun. Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun,” tandas Kombes Erdi.@Lana

Komentar

News Feed