Beranda Kriminal Tragedi Kantin 21” Kasat Reskrim Polres Buleleng Tetapkan Kawi Pelaku Kasus Penganiayaan

Tragedi Kantin 21” Kasat Reskrim Polres Buleleng Tetapkan Kawi Pelaku Kasus Penganiayaan

0
BERBAGI

SINGARAJA, buserkriminal.com – Keributan yang terjadi di Kantin 21 dijantung wisata Lovina Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar/Bulelang, pada Minggu (19/5) 01.00 wita, berujung menjadi penganiayaan yang dilakukan oleh terduga sebayak delapan orang warga Lovina.

Korban Agus Tjanjono (49) alias Koko yang memiliki usaha di Kelurahan Seririt babak belur di TKP atas ulah Ketut Budiarjana alias Kawi Cs. Tidak puas atas ulah pelaku itu Agus kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Buleleng (23/5) lalu. Jajaran Polres Buleleng yang menerima pengaduan Agus, langsung mendatangi TKP Kantin 21 dan memasang garis Police Line yang di kontrak oleh seorang pengusaha bernama Ganeca warga Lovina. Dari delapan pelaku, 5 orang dikenal Agus kemudian dipanggil beserta pemilik usaha. Setelah melakukan panggilan, sayang dari 5 terduga pelaku yang diduga banyak kenal dengan aparat Polres Buleleng seperti ada hal yang menarik. Hanya satu pelaku yang mengakui perbuatan tersebut adalah Kawi dan kendati kelimanya telah diminta keteranganya.

Pemicu dari penganiayaan terhadap Agus diduga Kadek Gembrong yang mana saat itu Agus Tjahjono yang datang ke Kantin 21 akan menitip helm di tengah Bar.

Ketika masuk areal Kantin 21 dan melewati tempat duduk pelaku yang sedang pesta minuman sambil menikmati alunan musik yang disajikan oleh para pemain Kantin 21, Agus yang memegang helm kemudian menyenggol salah satu pelaku, namun saat itu ditegur oleh Gembrong bahwa disuruh menaruh helmnya saat itu korban kemudian tersinggung dan terjadilah adu mulut hingga saling dorong dorongan antara Gembrong dengan Agus Tahjono,melihat hal tersebut tersangka yang pada saat itu sedang duduk di meja kantin sambil minum bir emosi dan tidak menerima adik ribut dan selanjutnya tersangka mendekati korban dari belakang dengan membawa satu buah botol bir bintang ukuran kecil dan langsung tersangka memukul kepala korban.

Saat penganiayaan sampai dijalan raya Singaraja-Lovina tepat di depan Kantin 21, kemudian datang Pecalang Adat Desa Kaliasem bersama warga dan berhasil melerai kejadian tersebut.

“ Tiang kebetulan jaga di Pura ,mau beli roko ke swalayan. Melihat ada kejadian di wilayah tiang terus kita lerai bersama Security agar tidak berlanjut dan terjadi pertumpahan darah. Karena di Desa Kaliasem sedang berlangsung upacara adat” jelas Gede Landep pecalang Adat Kaliasem.

Tidak puas dengan kinerja penyidik Polres Buleleng yang mana diduga telah melepas para pelaku, kemudian mencabut laporannya di Polres Buleleng dan membawanya ke Polda Bali dengan bertemu rekanya yang masih aktif bertugas di Polda Bali. Atas rencana Agus membawa kasusnya ke Polda Bali.

Untuk pertanggung jawabkan perbuatan pelaku dijerat pasal.351 KUHP Tindak Pidana Penganiayaan Akibat Pengaruh Minuman Beralkohol, Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Meikcel Hutabarat SH, SIK, MH, kemudian menggelar jumpa pers di ruang Kasubbag Humas Polres Buleleng pada Senin (10/6) yang didampingi Kasubbag Iptu Gede Sumarjaya seijin Kapolres Buleleng dengan menghadirkan pelaku mengatakan,

“Kami sudah mengkonfirmasi kepada si korban, dan korban menyatakan belum pernah melapor ke Polda Bali. Dia tidak pernah komplain kemana-mana, mempercayakan sepenuhnya kepada penyidik Polres Buleleng,” tandas Meikcel Hutabarat.

Meikcel Hutabarat juga menambahkan terkait informasi yang sempat viral di medsos yang menyebutkan korban akan membawa kasunya ke Polda Bali, “Tolong diluruskan informasi yang viral di medsos itu. Tidak ada laporan korban ke Polda dan ia percayakan sepenuhnya kepada Satreskrim Polres Buleleng,” tandas Mikael lagi dengan nada tinggi dan wajah serius@Tim Buserkriminal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.