banner 728x250

Viral, Oknum Prajurit TNI AU Injak Kepala Pemuda Tunarungu di Merauke

  • Bagikan

MERAUKE – Video aksi dua oknum prajurit TNI AU yang melakukan aksi kekerasan dengan menginjak kepala seorang warga penyandang tunarungu di Merauke, Papua, viral di media sosial. Netizen pun menyayangkan aksi keduanya yang dinilai arogan dan tidak berperikemanusiaan.

Peristiwa ini disebutkan terjadi di Jalan Raya Mandala, Merauke, Provinsi Papua, Senin  (26/7/2021). Dalam video viral, awalnya terlihat seorang pemuda tunarungu mencoba berkomunikasi dengan seseorang di warung penjual bubur ngapak di pinggir jalan, depan toko Fajar.

Kepada pemuda tunarungu itu, disodorkan bungkusan plastik hitam. Pemuda itu merespons dengan memukul tangan yang memberikan bungkusan. Tak lama, muncul laki-laki lain yang mencoba menahan pemuda itu karena terlihat marah.

Dalam informasi beredar disebutkan pemuda itu melakukan pemerasan kepada  penjual bubur ayam dan pelanggan dengan cara meminta uang dan menarik narik tangan.

“Kau dengar saya tidak, hoi, jalan saja,” kata laki-laki yang mencoba menahannya.

Setelah itu, pemuda tersebut melepaskan kaosnya. Dua personel Satpomau tak lama muncul dan menanyakan penyebab keributan di warung bubur. Keduanya berinisial Serda D dan Prada V.

“Kenapa?” tanya salah satu oknum Satpomau.

Keduanya lalu mendorong pemuda tunarungu itu ke trotoar jalan. Salah satu menahan punggung pemuda tersebut dengan lututnya. Sementara seorang lagi menginjak kepalanya dengan sepatu laras panjangnya. Pemuda yang diinjak terlihat kesakitan.

“Bawa ke Polres kau,” kata oknum Satpoamu tersebut.

Saat oknum Satpomau tersebut terus menahan tubuh pemuda yang tanpa atasan tersebut dengan lututnya sambil memegang ponsel, oknum prajurit TNI AU lainnya kembali menginjak tangan pemuda tersebut dengan sepatunya. Sementara pemuda yang diinjak tersebut tampak berusaha melepaskan diri meskipun tidak bisa.

Video ini di-posting oleh akun Victor Mambor di Twitter, Selasa (27/7/2021). “Kejadian di Merauke,” tulisnya dalam keterangan video.

Video ini menuai kecaman dari netizen. Mereka menganggap perlakuan dua oknum prajurit TNI AU itu berlebihan bahkan tidak berperikemanusiaan.

“Orang tuna rungu wicara di treatment sedemikian rupa. Memang sudah tidak berprikemanusiaan ini petugas keamanan!,” komentar akun Lepi Weya.

“Semoga dg beredarnya video ini, ke depan jd bahan evaluasi, dan aparat lebih humanis, smg yg menyebar video ini aman,” kata Immawan Margono.

“Itu orangnya bisu sepertinya. Kenapa di perlakukan demikian..,” komentar @supriyadi_sawai.

“Kayaknya ada salah paham, pastilah komunikasi gak akan nyambung antara yg  normal dgn tuna rungu. Tapi gak boleh oknum aparat merespon dgn kekerasan !!!” kata @AypPrakasa.@in

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.