oleh

Waw ! Warga Nigeria Lakukan Penipuan Daring Raup 919 Juta, Berhasil Bongkar Polda Metro Jaya

JAKARTA – Warga Nigeria Nwachukwu dan warga Indonesia Yudhi Djawa Purwasugita ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Keduanya bersekongkol dalam penipuan daring hingga meraup Rp919 juta.

“Tersangka WNA Nigeria membuat email yang mirip dengan email perusahaan yang kerja sama dengan perusahaan korban,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Irhamni di Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

Menurut dia, kasus ini berawal saat korban, PT Multi Trend Indo, berbisnis dengan perusahaan Tiongkok, Jinyuco.cn. Kedua perusahaan itu berkomunikasi hanya melalui surat elektronik (surel).

Saat kerja sama perusahaan itu sampai pada pembayaran, PT Multi Trend Indo menerima surel yang mirip dengan Jinyuco.cn. Surat itu berisikan perintah pembayaran melalui rekening CV Cipta Abadi Djaya.

PT Multi Trend Indo diminta untuk mengirimkan Rp919 juta. Sejatinya, kata dia, surel itu dibuat Nwachukwu dan Yudhi yang didesain mirip dengan milik Jinyuco.cn.

“Setelah sebulan kemudian korban menghubungi perusahaan yang ada di Tiongkok, ternyata pembayaran belum masuk ke rekening perusahaan tersebut dan setelah di cek alamat email tersebut, ternyataan alamat email tersebut bukan milik perusahaan itu,” ujar Irhamni.

Merasa dirugikan, PT Multi Trend Indo langsung melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Keduanya pun ditangkap di tempat berbeda.

“Yudhi ditangkap di rumahnya di bilangan Pasar Jumat, Jakarta Selatan, (Senin) tanggal 13 Januari 2020, sedangkan Nwachukwu ditangkap di rumahnya di bilangan Cipayung, Jakarta Timur, di hari yang sama,” ucap Irhamni.

Saat ini, kedua tersangka sedang diperiksa polisi. Korps Bhayangkara mendalami cara kedua orang tersebut mengetahui komunikasi kedua perusahaan itu.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 A ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Informasi dan Transaksi Elektronik  (ITE) dan atau Pasal 3,4,5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.@mi

Komentar

News Feed